Subulussalam. Onlinenews
Kamis tanggal
13 September 2012, Kantor Walikota Subulussalam di demo puluhan mahasiswa,
bergabung dengan masyarakat kecamatan Runding, terkait tuntutan mereka tentang
tanah perladangan mereka di jual oleh oknum Kepala Desa. Dmeo ini ada rentetan
dengan tuntutan mereka pada tanggal 27/29-8-2012 saat menyampaikan keluhan
mereka kepada DRPK Subulussalam beberapa waktu yang lalu.
Pada saat itu
mahasiswa dan masyarakat menuntut agar Pemko Subulussalam segera membentuk Tim
untuk penyelesaian tentang lahan mereka yang dijual oleh Oknum Kades, sehingga
masyarkaat keberatan, dan menyampaikan persoalan ini ke DPRK dan Pemko
Subulussalam.
Setelah dua
minggu berselang, masyarakat merasa Pemko lalai, dalam membentuk Tim sehingga
mereka berdemo ke DPRK Subulussalam dan kantor Walikota.
Dalam dmeo
tersebut oknum anggota DPRk Bahtiar Husein juga turut berorasi menyatakan bahwa
sebagai Wakl rakyat beliau juga turut prihatin tentang permasalahan tanah di
Kota Subulussalam. Beliau juga mendesak Walikota agar secepatnya menyelesaikan
tuntutan masyarakat.
Disamping itu
ketua Partai Aceh Kota Subulussalam juga turut berorasi dan menyikapi tuntutan
demo, beliau juga mendesak agar Walikota segera menyikapi semua tuntutan
masyarkat dan ditambahkan beliau lagi, bahwa kalau Walikota tak mampu beliau
akan membawa persoalan ini ke Gubernur Aceh.
Melihat
suasana demo tersebut rasanya komplit sudah demontrasi setelah melihat oknum
anggota DPRK turut mendukung demo tersebut.
Setlah ± satu
jam berorasi, Walikota menjawab dan memanggil perwakilan mahasiswa dan
masyarakat untuk berdialog di Off Room dan mencari solusi dalam penyelesaian
persoalan ini.
Dalam Forum
tersebut Walikota menjawab tentang tuntutan demo bahwa Pemko tak lalai dalam
menindaklanjuti persoalan ini, dan Pemko selalu pro aktif, sebagai contoh dari
beberapa butir tuntutan mahasiswa telah terkafer, dengan bukti bahwa SK Tim
telah selesai dan segera di bagi kepada yang tergabung dalam Tim.
Dari beberapa
tuntutan, salah satu kunci adalah pembentukan Tim penyelesaian sengketa lahan
masyarakat dan dalam hal ini akan segera dilakukan.
Pada
kesempatan itu, Walikota mengharapkan kepada mahasiswa dan masyarakat agar
jangan terlalu mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang ingin menjelekkan
pemerintah, walaupun itu anggota DPRK jikalau ingin berdialog segera hubungi
saya (wali) agar semua persoalan dapat diatasi tegas walikota. SARAN





0 comments:
Poskan Komentar