| | Status YM|
News Update :
SELAMAT DATANG DI WEBSITE KOTA SUBULUSSALAM, WEBSITE INI SUDAH BEKERJA SAMA DENGAN ONLINENEWS, DAPATKAN BERITA MENGENAI KOTA SUBULUSSALAM TERBARU SETIAP HARI

POLANTAS PAK-PAK BHARAT RAZIA DI HUTAN JADI SOROTAN

Rabu, 05 September 2012



 
Subulussalam. Online News
            Terkadang peristiwa “fakta” sulit untuk dipublikasi, akan tetapi hal seperti ini terkait dengan penegakan hukum, dan mengantisipasi keaman terlebih di jalan raya. Seperti yang terjadi di wilayah hukum Pak-pak Bharat, satuan lalulintas daerah ini sering melakukan “razia di tengah hutan”, dengan dalih operasi rutin untuk memeriksa surat surat kendaraan dan lain-lain. Dengan cara seperti ini tentu banyak “opini-opini” yang bermunculan, jikalau ada hati yang jujur kenapa harus membuat razia di hutan?, sementara di sepanjang jalan banyak pos-pos polisi dan pos lantas.
            Hal ini adalah “fakta” pernah wartawan media online kebetulan melewati jalan lintas Pak-pak Bharat menuju medan, patroli lantas Pak-pak Bharat membuat razia di jalan lintas tersebut, akan tetapi di hutan. Setelah beliau diperiksa oleh seorang polisi lalulintas, yang diperiksa adalah surat kendaraan, SIM dan lain-lain, setelah itu bila lengkap dipersilahkan melanjutkan perjalanan ke tujuan. Akan tetapi wartawan tersebut tak terima, dan belau juga ingin tahu apa alasan lantas tersebut “razia di hutan?” sementara hal seperti ini adalah kinerja aparat yang mungkin dugaan-dugaan praktek-praktek yang lain akan terjadi. Terusterang wartawan tersebut membidikan kameranya untuk membuat dokumentasi, dan seterusnay menaya kepada salah sorang petugas, kenapa harus membuat razia di tengah hutan? Sementara masih banyak lagi tempat yang strategis untuk razia. Setelah berulang kali ditanya dan ingin tahu alasannya tiba-tiba ada oknum lantas tersebut menjawab “bukan kamu yang mengatur kami” cetusnya dengan nada sombong.
            Peristiwa ini adalah fakta, dan menurutnya cara seperti ini adalah cara arogan menjawab wartawan, dan tidak menujukkan citra seorang pengayom masyarakat. Disisi lain di wilayah hukum Pak-pak Bharat, di jalan lintas ini pos polisi yang terbanyak di Sumatra Utara. Salah satu contoh di dalam satu kecamatan yaitu Kecamatan Si Telu Tali Urang Jehe ada empat pos polisi, lain lagi pos-pos yang lain. Antara Sibande dan Lae Ikan, perbatasan Aceh + 20Km terdapat pos polisi 4 pos, bila diperhitungan rata-rata +5 Km terdapat pos polisi, setelah melihat ini, tidak wajar lagi membuat razia kendaraan di tengah hutan.
            Menurut beberapa pengamat, menyikapi hal ini Kapolda Sumut harus turun tangan dalam mengantisipasi hal ini, yang mungkin ada dugaan-dugaan negatif yang tejadi di lapangan. Masih terngiang di telinga masyarakat bahasa Kapolda Sumatra Utara pada waktu kunjungan beliau ke Kabupaten Pak-pak Bharat beberapa waktu yang lalu, beliau mengatakan para supir dan yang lain jangan pernah mengasih uang di pos, menguatkan bahasa ini diperintahkan membuat spanduk di seluruh pos yang ada di jalan lintas tersebut. Mendengar bahasa Kapolda ini, maka polisi benar-benar sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, bukan malah sebaliknya, kalau untuk antisipasi keamanan bukan harus memperbanyak pos di jalan lintas. (SARAN)
Share this Article on :

0 comments:

 

© Copyright Kota Subulussalam .